Apa Yang Harus Dihindari Saat Tes Wawancara
Muh. Ashhar Bustan

Apa Yang Harus Dihindari Saat Tes Wawancara

Pada artikel sebelumnya saya sudah menuliskan tips pengalaman menghadapi tes wawancara. Ketika mengikuti tes wawancara banyak hal yang dinilai oleh pewawancara diantaranya adalah cara berkomunikasi dan sikap tidak hanya menilai soal skill apa yang kita miliki. Sehingga sangat penting untuk menghindari melakukan dan mengatakan hal-hal yang bisa membuat pewawancara tidak memilih Anda. Kali ini saya ingin membagikan hal-hal apa saja yang harus dihindari saat melakukan tes wawancara.

1. Saya sangat menginginkan pekerjaan ini
Mungkin kita bermaksud untuk menunjukkan keinginan kuat kita, akan tetapi mengatakan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kita putus asa. Zachary Painter yang merupakan penasihat karier dan manajer perekrutan ResumeGenius.com mengatakan bahwa putus asa tidak baik dalam konteks apapun. Painter menjelaskan, kita harus terlihat percaya diri dan kompeten, bukan putus asa. Sebaiknya, yang harus kita katakan adaah, 'Saya sangat senang dengan wawancara ini dan saya menantikan diskusi lebih lanjut mengenai posisi ini.'

Baca Juga: Pendaftaran CPNS dan Formasi Kementerian Agama


2. Apakah posisi ini memberikan tunjangan?
Banyak pelamar membuat kesalahan dengan menanyakan hal ini terlalu cepat. Sebaiknya, ajukan pertanyaan mengenai bagaimana kita bisa membantu perusahaan mencapai target, ujar April Klimkiewicz, seorang penasihat karier.

3. Mmmm...
Terkadang kita blank atau bingung harus berkata apa saat tes wawancara kerja. Membiarkan jeda pembicaraan diisi dengan 'mmmm...' atau ungkapan sejenis menunjukkan bahwa kita tidak memiliki hal lain dalam pikiran. Jika pikiran kosong atau lagi bingung dan butuh waktu sejenak untuk berpikir, cobalah untuk mengatakan, 'Itu pertanyaan yang bagus, coba saya pikirkan sebentar.' Pernyataan ini membuat kita lebih tenang dan tidak gugup.

4. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya...
Penasihat karier Donna Shannon mengungkapkan bahwa pernyataan semacam ini menandakan bahwa pewawancara tidak mendengarkan apa yang kita katakan. Bahkan, ini juga bisa mengisyaratkan kita tidak memiliki pengalaman atau keahlian yang relevan, karena kita harus mengulang informasi.

5. Pekerja keras, cepat belajar, motivasi tinggi.
Kita boleh saja berpikir bahwa sifat ini adalah karakter positif yang dimiliki. Akan tetapi, sifat-sifat ini sudah umum dan pasaran dalam dunia perekrutan kerja. Sifat-sifat klise yang tidak memiliki arti apa-apa. Sifat-sifat tersebut tidak menggambarkan apa yang membuat kita menjadi spesial dan pantas untuk sebuah perusahaan.

Baca Juga: Lokasi Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Periode II


6. Seberapa besar kesempatan saya untuk diterima?
Jika kita menanyakan ini, kesempatan kita menjadi berkurang, ini adalah keputusasaan. Sebaiknya kita menyatakan bahwa prospek bekerja di perusahaan ini sangat menyenangkan dan kita akan menjadi bagian yang bermanfaat bagi tim. Hal tersebut diungkapkan oleh Painter.

7. Saya tidak memiliki pertanyaan apapun tentang perusahaan ini.
Berdasarkan apa yang diungkapkan oleh Painter, pewawancara bukan sekedar basa-basi ketika bertanya kepada kita apakah kita memiliki pertanyaan seputar perusahaan atau posisi yang dilamar. Pertanyaan semacam itu menguji ketertarikan dan pengetahuan kita mengenai perusahaan.

8. Kapan saya bisa mulai bekerja?
Menanyakan pertanyaan semacam ini bisa saja membuat kita terlihat keren dan percaya diri. Akan tetapi menurut Painter, ini malah membuat akan membuat kita terlihat arogan, tidak profesional, dan lancang. Sebaiknya yang harus kita katakan adalah, 'Terima kasih banyak atas waktunya. Saya menantikan kabar baik dari Anda'.

Baca Juga: Contoh Soal Deret Dan Aritmatika SKD CPNS Beserta Jawabannya


YANG LAIN:

Komentar

Cari Artikel Lainnya Disini